Cinta

Pustakawan Desa 07 Agustus 2017 12:18:48 WIB

Masih irisan dari sebuah artikel lawas yang dipunyai oleh Hikmawan Saefullah a.k.a Indra Papap AAL. Berisi tentang cinta.
Tulisan ini sekedar teks yang bisa ditafsir oleh siapapun diantara teman-teman, silahkan jika ingin berbagi...

Dan pertanyaan-pertanyaan dalam hati yang kerdil itu selalu sama..."Mengapa tak juga Cinta itu dapat diraihnya?" Barisan kata yang membendung rasa ingin tahu yang sangat dalam, yang terkadang sekaligus menutup pengalaman malu, kecewa dan kesedihannya, seolah-olah hanya dirinyalah manusia yang paling gagal dilahirkan oleh Bunda yang pernah mengajarkan cinta dan kesabaran di muka bumi.

Yang aku tahu, belum ada seorang pun yang bisa memberikan cinta sesempurna harapan dalam angan, seperti dalam film roman yang menggugah dan berakhir dengan sempurna; keduanya bersatu dalam pelukan dan senyuman,

Selama aku hidup belum pernah kutemukan pikiran dan hati yang dirundung cinta bersih dari dosa dan kegagalan,

Dalam hati mereka yang kedua raganya telah bersatu, lantas mengapa selalu ada di dalamnya bayangan seseorang yang lain; entah yang disuka, disayang, dicinta atau bahkan dibenci?

Kulalui lembar-lembar kehidupan untuk mendapatkan cinta, tapi tak pernah kubaca apalagi kurasa tentang lembaran-lembaran keberhasilan dalam mencinta, tatkala akhir lembaran berupa kebuntuan, seolah-olah hati terus berharap akan ada lembaran-lembaran cinta yang sesuai dengan harapan akan kesempurnaan... walau kata terakhir dalam kisah itu tercantum secara implisit kata "gagal"...

"Gagal, Salah, Bodoh, Gagal, Salah, Bodoh..."

Angan kesempurnaan hanya membawa derita lahir dan batin, ia selalu mengukir luka dalam hati, tersayat membekas meranah duka, menggoreskan pedih yang tak terobati, dan terlalu sulit untuk dimaafkan....apalagi untuk dilupakan,

Erich Fromm menukilkan renungannya tentang kegagalan manusia modern dalam mendapatkan cinta, yaitu mereka terlalu banyak harapan, apakah itu kecantikan, kekayaan, standar fisik ideal atau kesempurnaan dalam kesaling-pengertian,

Ya...manusia modern selalu dibuat gagal oleh harapan-harapan semu akan kesempurnaan dan segala cita-cita akan kemenangan,

Aku bertanya, "Lantas apakah kegagalan kita untuk mendapatkan sang cinta itu bagaikan serangga-serangga di malam hari yang menabrakkan dirinya pada lampu-lampu hingga mati tapi ia tak pernah meraih sang cahaya yang diinginkannya?"

Dunia tak menjawab, seolah-olah aku hanya berkata dan berbicara untuk diri aku sendiri, mereka terdiam seolah malu dan takut untuk menjawab, atau mungkin...tidak tahu dengan apa yang kuucap...

Setiap diri dan kelompok manusia selalu memiliki penafsiran tunggal akan cinta; suci, harkat, derajat, wibawa dan kebahagiaan. Tapi para pengembara cinta sesunguhnya selalu memiliki dua penafsiran tentang cinta yang abadi; bahagia dan derita.

"Cinta tanpa derita bagaikan anggur tanpa cawan", seru Rumi dalam syairnya. Tak ada keindahan cinta tanpa adanya penderitaan. Cinta adalah irisan dari sedih dan senang, duka dan bahagia, walau terkadang harus dibanjiri dengan air mata dan kepedihan.

Tapi tak perlu khawatir bagi mereka penggali hikmah (bukan sinetron), selalu ada pelajaran dari setiap kepedihan, ambisi para pemuas nafsu selalu berakhir dengan penderitaan dan jalan buntu yang mapan, sebaliknya, para penuai hikmah selalu tersenyum menemukan jalan baru walau harus membawa kisah pedih dalam hidupnya...

Bagaikan bara api yang dibawa di tangannya, menyakiti dirinya...tapi mampu menerangi pengembara yang lain. Walau tangan terbakar kian terus melepuh, hati merasa senang mampu menjadi obor penerang kehidupan, penerang bagi kerabat, kawan maupun anak-anaknya,

Maka tak ada cinta yang bersih suci dari dosa dan kegagalan, yang ada hanya pembelajaran cinta untuk terus dipahami dan dirasakan, hingga diri kita bagaikan serangga-serangga yang mati demi 'cahaya' harapan.
(Hikmawan Saefullah a.k.a Indra Papap AAL)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur Mahfiroh
    Aku ingin mencari silsilah keluargaku...baca selengkapnya
    02 Agustus 2021 15:10:31 WIB
  • Banar Atmaji
    Mohon maaf mau bertanya, kalo vaksinasi untuk umum...baca selengkapnya
    01 Juli 2021 13:19:08 WIB
  • Irfan aanugrah permana
    kren...baca selengkapnya
    09 Juni 2021 17:22:20 WIB
  • Bagus gunawan
    Weton saya...baca selengkapnya
    16 Mei 2021 19:47:05 WIB
  • Terson Yosafat Sondegau
    Ingin mengganti Lokasi Kartu keluarga...baca selengkapnya
    08 April 2021 16:37:10 WIB
  • Alan Rizki Subarkah
    Ingin mencari trah...baca selengkapnya
    03 April 2021 01:26:48 WIB
  • ais
    ...baca selengkapnya
    03 September 2020 11:46:58 WIB
  • Yarko
    Ada satu pekerjaan pembangunan gedun desa namun pe...baca selengkapnya
    06 Mei 2020 10:26:43 WIB
  • Yulianti Mawarsih
    Terima kasih sudah berkunjung. Pengirim artikel a...baca selengkapnya
    07 Februari 2020 09:55:12 WIB
  • Yulianti Mawarsih
    Sudah pak https://www.gedangrejo-karangmojo.desa....baca selengkapnya
    07 Februari 2020 09:46:13 WIB
Galeri Foto
Kabar Desa Gedangrejo
Fitur Desa Gedangrejo
Laporan Dana Desa Gedangrejo WhatsApp Desa Gedangrejo Cek Status Permohonan KTP Perpustakaan Desa Gedangrejo
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial