Filosofi Umbul-Umbul Podang Ngisep Sari
Jurnalis Warga 27 Juli 2017 16:44:13 WIB
Pada saat Pangeran Diponegoro memimpin perang Jawa, beliau memerintahkan tiap kesatuan pasukan abdi dalem di 4 penjuru mata angin untuk mempergunakan klebet atau umbul-umbul dengan warna berbeda yang dinamai dengan pralambang dari alam. Maka lahirlah Panji Provinsi Budi Wadu Praja, Panji Kota Yogyakarta Bangun Tolak, Panji Bantul Pandan Binetot, Panji Kulon Progo Pare Anom, Panji Gunung Kidul Podang Ngisep Sari, dan Panji Sleman Mega Ngampak. Untuk wilayah timur laut yang kini dikenal sebagai Gunungkidul, abdi dalem menggunakan klebet atau umbul-umbul merah kuning. Merah mencerminkan tanah Gunungkidul, sedangkan kuning melambangkan Gunungkidul sebagai penghasil madu tawon.
Ketika pasukan menuruni lereng pegunungan, kibaran klebet atau umbul-umbul laksana gerombolan burung berwarna kuning yang terbang beriringan sehingga disebut Panji Podang Ngisep Sari. Selain indah, klebet sekaligus mengajarkan kearifan terhadap alam. Secara harfiah, arti dari kata Podang sendiri merupakan burung Kepodang yang berwarna kuning. Sedangkan ngisep sari dapat diartikan sebagai menghisap madu yang berwarna merah. Jadi Podang Ngisep Sari adalah burung Kepodang yang menghisap sari madu. Ini menjadi representasi dari tujuan masyarakat Gunungkidul untuk mencapai kesejahteraan, namun tetap saling menghargai satu sama lain.
Sebelum berbentuk umbul-umbul yang berwarna kuning dan merah memanjang, dulunya Podang Ngisep Sari berbentuk bendera kotak dengan warna merahnya bulat di tengah dan bagian pinggirnya kuning. Panji ini dipergunakan sebagai klebet atau umbul-umbul oleh pasukan Nyutro dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Podhang ngingsep sari untuk Prajurit Nyutra, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar kuning, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna merah.
Pemasangan klebet atau umbul-umbul Podang Ngisep Sari saat ini sangatlah semarak dan serentak, hampir setiap rumah di pinggir memasang minimal 2 buah umbul-umbul. Untuk Desa Gedangrejo sendiri, pemasangan klebet atau umbul-umbul ini dalam rangka menyongsong beberapa kegiatan berturut-turut, diantaranya lomba pengagungan, rasulan dusun, rasulan desa dan Peringatan HUT RI. Lomba pengagungan sendiri merupakan rangkaian lomba yang diselenggarakan oleh Kecamatan Karangmojo dalam rangka memperingati HUT RI ke 72. (Sapto, dari berbagai sumber)
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Nur Mahfiroh
Aku ingin mencari silsilah keluargaku...baca selengkapnya
02 Agustus 2021 15:10:31 WIB -
Banar Atmaji
Mohon maaf mau bertanya, kalo vaksinasi untuk umum...baca selengkapnya
01 Juli 2021 13:19:08 WIB -
Irfan aanugrah permana
kren...baca selengkapnya
09 Juni 2021 17:22:20 WIB -
Bagus gunawan
Weton saya...baca selengkapnya
16 Mei 2021 19:47:05 WIB -
Terson Yosafat Sondegau
Ingin mengganti Lokasi Kartu keluarga...baca selengkapnya
08 April 2021 16:37:10 WIB -
Alan Rizki Subarkah
Ingin mencari trah...baca selengkapnya
03 April 2021 01:26:48 WIB -
ais
...baca selengkapnya
03 September 2020 11:46:58 WIB -
Yarko
Ada satu pekerjaan pembangunan gedun desa namun pe...baca selengkapnya
06 Mei 2020 10:26:43 WIB -
Yulianti Mawarsih
Terima kasih sudah berkunjung. Pengirim artikel a...baca selengkapnya
07 Februari 2020 09:55:12 WIB -
Yulianti Mawarsih
Sudah pak https://www.gedangrejo-karangmojo.desa....baca selengkapnya
07 Februari 2020 09:46:13 WIB
Kabar Desa Gedangrejo
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |















